Home Sulteng

Capaian Vaksinasi Sulteng Lampaui Target

238
IMUNISASI - Gubernur H Longki Djanggola memberi semangat kepada seorang anak yang disuntik imunisasi MR di Halaman Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Rabu, 1 Agustus 2018. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Capaian vaksinasi Measles dan Rubella (MR) di Provinsi Sulteng melampui target dari yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Kepala Dinas Kesehatan Sulteng dr Reny A Lamadjido mengatakan dari 95 persen vaksinasi yang ditetapkan, pihaknya bisa merealisasikan ke angka 96,2 persen hingga 26 Desember 2018.

“Alhamdulillah, Sulteng bisa melampui target tapi tetap kita melakukan pemantauan karena masih tersisa empat persen,” ujar Reny, Senin, 21 Januari 2019.

Dia mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam menyukseskan program vaksinasi di kabupaten/kota se Sulteng. Capaian vaksinasi juga menurutnya tidak bisa dilepaskan dari peran dan dukungan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada bupati, walikota, sampai lurah dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan vaksinasi,” tandas Reny.

Vaksinasi sendiri sempat tertunda pascabencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi di Sulteng. Vaksinasi kemudian dilanjutkan hingga 31 Desember 2018 lalu diprioritaskan di wilayah terdampak bencana.

“Hingga Sabtu, 10 November vaksinasi MR untuk Sulawesi Tengah sudah mencapai 90,65 persen,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sulteng dr Muh Saleh Amin, Senin, 12 November 2018 lalu.

Dia mengatakan secara angka, kekuarangan target vaksinasi MR sekitar 40 ribu lebih dari target sasaran 808 ribu. Petugas dibantu oleh relawan Unicef dalam memberikan vaksinasi MR.

Amin berharap warga bisa semakin proaktif agar anak usia sembilan bulan dan kurang dari 15 tahun bisa mendapat vaksinasi. Sebelumnya, Amin mengungkapkan pasca bencana, capaian kampanye imunisasi MR Sulteng sempat stagnan diangka 77 persen. Namun dalam dua minggu terakhir, capaian tersebut sudah merangkak naik diangka 86,7 persen.

Disepakati untuk mencapai target imunisasi difokuskan bagi warga pengungsi terdampak bencana. Masyarakat diimbau proaktif membawa anaknya ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan yang melayani vaksinasi MR.

Pemberian vaksin MR untuk mencegah anak tertular campak dan rubella. Sebelumnya telah ditetapkan imunisasi MR akan menyasar 800 ribu lebih anak di 13 kabupaten/kota se Sulteng. Layanan imunisasi MR tersebar di 7.324 Posyandu/Puskesmas.

Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus campak dan rubella itu sendiri. Campak dan rubella masuk dalam kategori virus menular. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi MR menjadi orang yang berisiko tinggi tertular kedua virus tersebut.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas