Home Palu

15 Korban Keracunan Makanan Masih Rawat Inap di RSU Anutapura

553
SEMAKIN MEMBAIK - Salah satu pasien anak-anak saat diperiksa oleh perawat Rumah Sakit Anutapura Palu, Senin, 21 Januari 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Direktur Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu dr Herry Mulyadi mengatakan dari 37 pasien yang diduga mengalami keracunan makanan, kini sisa 15 pasien yang dirawat inap.

“Penanganan kami ke pasien cukup baik. Alhamdulillah kondisi pasien sebagian sudah mendingan, hanya dua pasien yang belum terlalu sehat artinya masih mual-mual dan muntah, hal ini juga tergantung dari daya tahan tubuh pasien,” ujar dr Herry di Palu, Senin, 21 Januari 2019.

Kata Herry, pasien anak-anak yang berjumlah tujuh orang sudah semakin membaik, begitupun dewasa.

“Pasien yang diduga keracunan ini masuk di RSU Anutapura pada Sabtu kemarin itu bertahap, awalnya itu enam pasien berjalanya waktu dari pukul 14.00-22.00 Wita, bertambah hingga 37 pasien warga berasal dari pengungsi di Kelurahan Tipo dan Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi,” katanya.

Herry mengatakan di pukul 12.00 malam ada beberapa pasien yang ingin pulang sekitar 19 orang, pengakuan pasien ini merasa sudah agak mendingan atau nyaman.

“Jadi semua pasien yang diduga keracunan ini akan dibiayai oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dari hari pertama Pemda telah menjelaskan ke pihak managemen Rumah Sakit, bahwa biaya semua dari pengungsi ini ditagung oleh Pemda, jadi kami tagihnya ke Pemda walaupun ini RS miliknya Pemda,” ujarnya.

Namun yang jelas kata Herry, Walikota perintahkan semua biaya ditanggung Pemerintah dan ini atas perintah pimpinan.

“Kami berharap para warga di tempat pengungsian agar lebih selektif dan hati-hati apabila mendapatkan bantuan. Jadi sebisa mungkin kordinatornya itu periksa makanan, niat baik dari yang memberi berbagi itu kita apresiasi yang menyumbangkan makanan untuk saudara kita, tetapi tempat pembelinya ini menjadi masalah,” katanya.

“Karena saya yakin yang berbagi ini niatnya baik, tetapi tempat yang membuatnya tidak niat buruk juga, kemungkinan ada masalah apakah makananya sudah di bungkus dari pagi dan masih panas, sehingga kita juga masih menunggu dari laboratorium soal sample yang diambil,” jelasnya.

Herry mengaku pihak RSU Anutapura terus berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palu, dan kondisi pasien telah dilaporkan ke Dinkes. Bahkan di lokasi pengungsian telah disiapkan posko, ambulace dan lainya.

“Hal ini mengantisipasi apabila di Camp Pengungsian ini masih ada keluhan-keluhan, karena biasanya tidak semua warga datang ke rumah sakit,” ungkapnya.

Dia berharap di Camp Pengungsian agar menjaga kebersihan, walaupun hanya Camp kebersihan tetap di jaga misalnya air minumnya dan lain sebagainya.

“Selain itu hasil laboratorium juga belum pasti, namun diimbau agar menjaga kebersihan dan jika ada orang yang menyumbang di seleksi dan di periksa dulu makananya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Herry mengatakan dari pihak RS pada malam kejadian itu langsung menambah dokter, untuk mengantisipasi pasien-pasien susulanya seandainya masih ada.

“Atas perintah Walikota Palu saya disuruh intens memantau kondisi warga dan menurut saya perhatian pemerintah sangat luar biasa kepada warganya,” tambahnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas