Home Palu

Polres Palu Kirim Tim ke Parigi Selidiki Kasus Keracunan

259
AKBP Mujianto SIK. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Polres Palu langsung mengirim anggotanya untuk menyelidiki kasus keracunan nasi bungkus di Kelurahan Kabonena dan Tipo. Tidak hanya itu untuk keperluan penyelidikan, Polres Palu juga sudah menurunkan tim ke Parigi Moutong.

Kapolres Palu AKBP Mujianto SIK, saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan langkah-langkah terkait kasus keracunan makan tersebut.

“Kami sudah langsung menangani kasus keracunan ini. Anggota sudah langsung mendatangi kedua posko pengungsian guna mencari bukti dan saksi, mengamankan sample makanan berupa nasi bungkus yang dikumpulkan di kantongan plastik, melakukan visum awal, melakukan uji lab atas sample makanan,” kata Kapolres kepada Metrosulawesi, Ahad 20 Januari 2019.

Mujianto juga mengatakan bahwa sesusai dengan petunjuk dan keterangan dari saksi, yang menyatakan makanan (nasi bungkus _Red), berasal dari Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dan atas petunjuk itu pihak Polres Palu langsung mengirim personil ke Parimo.

“Saya langsung memerintahkan anggota ke Kabupaten Parimo, untuk melakukan kroscek ke sana. Saat ini masih menunggu laporan dari anggota,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, menurut keterangan salah satu saksi kepada petugas di tempat pengungsian di kelurahan Tipo, bahwa tidak ada kordinasi atas pembagian Nasi bungkus yang masuk di tempat pengungsian itu, namun pada saat mobil suzuki APV warna Hitam, berpelat Dinas, kode B tersebut datang membawa dua kantong plastik besar yang diperkirakan berisi sekitar 200 nasi bungkus yang diterima oleh salah satu pengungsi wanita yang beribnisial IM.

Setelah menurunkan nasi bungkus itu, mobil yang membawa langsung pergi meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Palu AKP Kristian Holmes Saragi SIK, melalui seluler mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi dan sementara masih lidik, guna untuk menentukan peristiwa keracunan itu, merupakan delik atau bukan.

“Jika dilihat dari unsur dasar delik maka unsur actus reus dan mensrea belum kita temukan, sehingga kita masih akan terus gali dan dalami dulu melalui proses lidik, dan untuk yang membagikan makanan yang berinisial US alias EP, telah kita mintai keterangan sebagai saksi,” tegasnya.

Kapolres Palu AKBP Mujianto SIK mengimbau kepada masyarakat kota Palu yang masih berada di tempat pengungsian harus berhati-hati lagi, apa bila ada orang memberikan makanan harus mencatat identitasnya untuk mempermudah mencari orang tersebut mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

“Jangan asal menerima, harus mencatat identitas yang mengantar dan yang menyumbang, serta mencatat nomor pelat kendaraan yang mengantar, apa bila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, dapat dengan mudah melacaknya,” imbaunya.

Reporter: Eddy
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas