Home Palu

Unismuh Palu Segera Punya RS Pendidikan

369
KUNJUNGAN - Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman Sp.S, M.kes, saat mengecek alat kesehatan RS Siti Fadila Supari, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam waktu dekat ini, Universitas Muhammadiyah Palu segera memiliki Rumah Sakit (RS) Pendidikan Tipe C. RS tersebut kelak akan menjadi cikal bakal terbentuknya Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi Muhammadiyah tersebut.

Belum lama ini, Kamis, 17 Januari 2019, Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman Sp.S, M.kes, menyerahkan Alat Kesehatan (Alkes) dan satu unit Ambulance ke Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Hadie Sucipto, Bsc, SAg, M.Pdi, untuk menjadi aset RS Siti Fadilah Supari Majelis PKU Muhammadiyah Sulteng.

dr Agus Taufiqurrahman mengaku optimis rumah sakit tersebut akan berkembang baik, karena mendapat dukungan dari pemerintah daerah, terlebih warga Muhammadiyah Sulawesi Tengah, yang mungkin sudah lama menanti memiliki rumah sakit sendiri.

“Terpenting yang harus dilakukan kedepan adalah menyiapkan tenaga medis. Sebab tidak mungkin relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus berada di sini,” ujar Agus.

Agus menargetkan, paling lama 10 tahun kedepan, rumah sakit ini sudah berkembang serta sudah memiliki Fakultas Kedokteran.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Gubernur Sulteng, H. Ardiansyah Lamasitudju, MSi, saat mewakili Gubernur Sulteng mengucapkan apresiasi dan dukungan yang penuh atas percepatan pembangunan rumah sakit tersebut.

“Bapak Gubernur menitip salam hangat untuk seluruh warga Muhammadiyah. Beliau selaku Gubernur Sulteng, sangat mendukung didirikannya rumah sakit oleh Muhammadiyah. Sebab saat ini, fasilitas rumah sakit masih sangat kurang, sementara di sisi lain, jumlah orang yang sakit terus meningkat,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah juga meminta, agar Muhammadiyah segera menyusun proposal terkait pembangunan dan pengaktifan rumah sakit ini. Nantinya dalam proposal tersebut, pemerintah akan mempelajari apa saja yang dibutuhkan oleh Muhammadiyah.

Sehingga kata dia, RS Siti Fadilah Supari, segera beroperasi dan membuka pelayanan bagi masyarakat di Kota Palu dan Sulawesi Tengah pada umumnya.

“Segara buat saja proposalnya, pemerintah akan mempelajari, agar rumah sakit ini dapat secepatnya memberikan pelayanan pada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unismuh Palu, yang juga Ketua Percepatan Pembangunan Rumah Sakit Siti Fadilah Supari Majelis PKU Muhammadiyah Sulteng, Dr.Rajindra menjelaskan, sebenarnya RS tesebut berawal dari Klinik Bersalin, yang merupakan hasil sumbangan Menteri Kesehatan RI.

“Kala itu, Siti Fadila Supari, orang membantu Muhammadiyah Sulteng, sebagai bentuk penghormatan, namanya disematkan pada klinik tersebut. Bangunan ini berdiri diatas lahan seluas 8.000 Meter sumbangan dari keluarga Galib Yotokodi SH,” ujarnya.

Namun sayang, kata Rajindra, klinik tersebut tidak beroperasi sebagaimana mestinya, mengingat mereka-mereka yang diserahkan pengelolaan klinik tersebut, kebanyakan Aparat Sipil Negara (ASN) dan lebih fokus pada tugas-tugas kedinasannya.

“Atas dorongan teman-teman MDMC, bahkan disarankan studi banding ke Kecamatan Gembong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Untuk melihat model rumah sakit yang sama yang ingin kami dirikan di sini, dan kami bersama Sekretaris PWM Amin Parangkasi telah melakukan itu,” ungkapnya.

Rajindra berharap, Pemerintah Provinsi Sulteng dan Pemerintah Kota Palu dapat mendukung proses percepatan pembangunan RS tersebut. Mengingat bangunan yang masih digunakan saat ini adalah bekas bangunan klinik Siti Fadila Supari, dan akan dilakukan pengembangan bangunan untuk memenuhi syarat sebuah Rumah Sakit tipe C.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas