Home Palu

Polres Palu Langsung Bentuk Tim Selidiki Keracunan Makanan

407

Palu,  Metrosulawesi.id – Kanit Krimsus SatReskrim Polres Palu, Ipda  Punguan Hutahaen langsung membentuk tim untuk menyelidiki kasus keracunan makanan di Palu Utara. 

“Kami sudah menurunkan tim ke lokasi, dan ke rumah sakit tempat para korban keracunan makanan di rawat,” ucapnya, Sabtu malam,  19 Januari 2019.

Seperti diberitakan sebelumnya,  sekitar 38 orang pengungsi bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi terdiri dari anak-anak, ibu-ibu dan orang tua dilarikan ke rumah sakit terdekat karena keracunan makanan nasi bungkus sumbangan, Sabtu siang, 19 Januari 2019. Mereka berasal dari lokasi pengungsian lapangan Kapsul Kabonena dan lapangan Mister, Tipo.

Muria, pengungsi asal Kelurahan Tipo mengatakan sebelum ikut menyantap nasi bungkus tersebut, dia sedang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin oleh tim dokter. 

“Saya dapat dua bungkus dan makan bersama cucu. Setelah makan saya pergi mandi. Saat itulah saya merasa pusing, mual-mual dan muntah beberapa kali,” kata Muria. 

Begitupula dengan cucunya bernama Viola. Setelah makan nasi bungkus juga muntah-muntah. 

Muria menyebutkan bungkusan terdiri dari nasi putih, ikan suir dan laksa. 

“Memang ada aroma bau basi dari makanan  itu. Tapi saya dan cucu tetap makan dua bungkus bersama cucu di tenda,” kata Muria lagi.

Koordinator Posko Lapangan Pengungsi Tipo, Olawanti mengaku hanya sempat melihat sebuah mobil jenis minibus warna hitam, berplat B (dinas), namun tidak melihat orang yang menyerahkan nasi bungkus sumbangan tersebut. 

“Saya sempat buka itu nasi bungkus tapi karena bau basi, saya tidak makan,” kata Olawanti.

Kepala Kelurahan Tipo Muin Bahar mengatakan ada 146 kepala keluarga yang mengungsi di lokasi tersebut. 21 orang mengalami keracunan terdiri dari anak-anak dan dewasa.  Tiga orang dirawat di Rumah Sakit Alkhairaat.

Reporter: Eddy
Editor: Udin Salim


Ayo tulis komentar cerdas