Home Sulteng

Sulteng Mohonkan Dana Bantuan dan Santunan Korban Bencana Rp2,6 Triliun

219
H Longki Djanggola. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengharapkan dana stimulan bagi korban terdampak gempabumi, tsunami dan likuifaksi bisa cepat cair. Itu demi meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana di Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

“Kami sudah mengusulkan ke BNPB dan Kementerian Sosial, mudah-mudahan proses ini bisa segera cair, sehingga masyarakat yang terdampak bisa menerima bantuan,” ujar Longki di Palu, Rabu, 16 Januari 2019.

Dia mengungkapkan dana stimulan yang dimohonkan mencapai Rp2,6 triliun diperuntukkan sebagai bantuan perbaikan rumah dan santunan duka untuk ahli waris korban meninggal dunia. Pemerintah kata Longki terus melakukan langkah-langkah strategis agar percepatan pemulihan dampak bencana cepat pulih.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya agar percepatan pemulihan kondisi masyarakat dampak bencana segera pulih kembali,” ucapnya.

Fokus saat ini pembangunan Hunian tetap (Huntap) dan relokasi masyarakat yang rumahnya lenyap/hancur akibat gempabumi, tsunami, dan likuifaksi serta percepatan rehabilitasi dan rekontruksi.

Dalam percepatan pembangunan Huntap, gubernur sudah meneken SK tentang Penetapan Lokasi Tanah Relokasi Pemulihan Akibat Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah, untuk Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Gubernur juga telah meminta kepada kementrian terkait agar secepatnya mengambil langkah-langkah strategis untuk percepatan pembangunan Huntap. Saat ini melalui Satgas PUPR, pembangunan Huntap sudah masuk tahap pembuatan masterplan. Diharapkan pada pertengahan tahun 2019, pembangunan Huntap sudah dimulai.

Terkait percepatan rehabilitasi dan rekontruksi, saat ini Pemprov Sulteng telah merampungkan rencana aksi pelaksanaan rehabilitasi dan rekontruksi untuk pembangunan kembali Fasum dan Fasos. Rencana aksi yang akan ditetapkan didasarkan dari rencana aksi Kota Palu, Kabupaten sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

Selanjutnya setelah rencana aksi tersebut sudah selesai disusun akan diteruskan kepada Pemerintah pusat untuk persetujuan alokasi anggaran pelaksanaan kegiatannya. Diharapkan masyarakat bersabar sebab Pemprov Sulteng terus berupaya agar percepatan pemulihan kondisi masyarakat dapat segera terwujud.

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) memperkirakan kebutuhan dana untuk Bantuan Stimulan Pemulihan Sosial (BSPS) korban bencana di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah, serta Banten dan Lampung pada 2019 mencapai Rp 631,1 miliar.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengatakan dana itu terdiri dari bantuan untuk di NTB sebesar Rp 456 miliar dan Sulawesi Tengah Rp 151,5 miliar. Sedangkan bantuan untuk korban bencana di Banten dan Lampung Rp 23 miliar.

Harry menuturkan dana bansos itu rencananya akan dicairkan pada 2019.

“Tapi ini masih harus dibahas, masih harus dikaji. Harus dipastikan datanya mendekati kebenaran,” dia di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019 lalu.

Bantuan pemulihan sosial diberikan untuk santuan ahli waris korban tewas akibat belanja serta jaminan hidup korban selamat. Kemensos juga memberikan bantuan untuk mengisi perabotan hunian tetap. Nilainya diperkirakan Rp 3 juta per kepala keluarga.

“Pengalaman terdahulu itu sangat membantu.”

Sebelumnya Kemensos menyiapkan dana santuan untuk korban luka berat. Namun saat ini BPJS Kesehatan sudah menjamin korban bencana.

Pemerintah saat ini tengah berfokus menangani dampak bencana di NTB, Sulawesi Tengah, serta Banten dan Lampung. Presiden Jusuf Kalla meminta penanggulangan dipercepat. JK berulangkali rapat evaluasi bersama menteri terkait.

Sejumlah bencana melanda keempat provinsi itu dalam beberapa waktu terakhir. Kawasan Lombok dan Sumbawa, NTB diguncang gempa berkekuatan besar berulang kali. Gempa yang disusul tsunami juga terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Di Palu, bencana diperparah dengan terjadinya likuifaksi.

Pada akhir 2018, bencana kembali terjadi. Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan longsor dalam laut yang memicu tsunami di Selat Sunda. Lima kabupaten di Provinsi Banten dan Provinsi Lampung diterjang ombak.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas