Home Hukum & Kriminal

Polisi Persempit Ruang Gerak DPO Poso

260
RAZIA - Satgas Preventif Ops Tinombala 2019 melakukan patroli dialogis serta razia, di daerah keluar masuknya kendaraan yang merupakan jalan trans Sulawesi. (Foto: Ist)

Poso, Metrosulawesi.id – Satgas Preventif Ops Tinombala 2019 melakukan patroli dialogis serta razia, di daerah keluar masuknya kendaraan yang merupakan jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Poso, dengan Kabupaten Parigi Moutong, Rabu 16 Januari 2019. Razia digelar untuk mempersempit ruang gerak kelompok teroris Poso pimpinan Ali Kalora.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto, SH. SIK, selaku Kasatgas Preventif, dalam siaran persnya Rabu 17 Januari 2019, menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya Satgas Preventif dalam Operasi Tinombala 2019, guna memback up Satgas Tindak Operasi Tinombala 2019.

Satgas Tindak Operasi Tinombala 2019 terdiri dari pasukan TNI dan Polri sedang melakukan pengejaran di hutan daerah pegunungan gunung biru yang menjadi tempat persembunyian kelompok DPO Poso.

“Mereka melakukan patroli dialogis dan razia setiap hari dengan menyisir setiap desa dan dusun di wilayah Poso Pesisir Utara, dari perbatasan Kabupaten Parigi Moutong, sampai ke wilayah Poso Pesisir Selatan dan Poso Pesisir Induk,” jelasnya.

Bogiek menegaskan, Satgas Preventif ini juga sebagai bentuk antisipasi dan mempersempit ruang gerak para DPO. Tetapi, kata dia yang lebih penting dari itu adalah memberikan rasa aman kepada para masyarakat Kabupaten Poso khususnya daerah yang masuk dalam wilayah Operasi Tinombala 2019.

“Satgas Preventif akan terus melakukan Patroli Dialogis dan Razia sampai Poso benar-benar aman dan bebas dari terorisme, dan meminta kepada ketua RT/RW untuk memberlakukan tamu wajib lapor 24 jam,” tegasnya.

Reporter: Eddy
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas