Home Palu

Peserta KKN Unismuh Palu Diminta Pulihkan Psikologis Warga

211
Dr Rajindra. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr. Rajindra, menginstruksikan kepada peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar mengedepankan pemulihan psikologis masyarakat korban bencana alam.

Instruksi itu disampaikan Rektor Unismuh usai melepas 79 peserta KKN di halaman Gedung Rektorat Unismuh Palu belum lama ini.

“Yang tengah dibutuhkan masyarakat saat ini, selain dari kebutuhan pembangunan fisik, juga pemulihan psikologi. Pembanguann fisik telah diselesaikan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), yang kebetulan KKN kali ini kerjasama dengan MDMC,” katanya.

Rajindra mengatakan, siapapun yang menghadapi bencana akan mengalami guncangan hebat yang bisa berpengaruh pada psikologisnya. Disinilah dukungan serta pemulihan trauma dibutuhkan bagi para korban bencana.

“Pemulihan psikologis tidak kalah pentingnya dari pembangunan fisik. Pembanguann fisik telah dilakukan oleh MDMC, dan peserta KKN mengambil peran pemulihan psikologis masyarakat,” kata Rajindra.

Rajindra mengatakan, metode pemulihan psikologis tersebut tergantung pada kategori usia korban. Pada anak-anak, bisa diajak untuk bergerak bersama, bermain, relaksasi sederhana, bermain berkelompok.

“Sementara untuk kelompok remaja, dengan menggelar acara kegiatan berbagi antar sesama agar bisa saling mendukung. Dukungan dari teman sebaya ini vital untuk mereka peroleh,” ujarnya.

Bahkan kata dia, kategori orang tua pun mendapatkan pertolongan psikologis. Mulai dari saling berbagi kisah, relaksasi, pemberian materi kerohanian, konseling, hingga pemberian pengetahuan mitigasi bencana, khususnya para mahasiswa yang sebelumnya sudah menerima pembekalan dari MDMC.

“Begitu juga terkait kesehatan. Seandainya masih ada masyarakat setempat yang masih membutuhkan pemulihan kesehatan pasca bencana, mereka bisa berkonsultasi dengan Klinik Siti Fadila, milik Persarikatan Muhammadiyah di Kota Palu. Posko KKN dimanapun, bisa berhubungan dengan Posko Utama MDMC di Palu, yang saat ini berposko di Klinik Siti Fadila,” jelas rektor.

Rajindra mengungkapkan, peserta KKN kali ini ditempatkan di tiga wilayah, yakni Palu, Sigi, dan Donggala, khususnya wilayah-wilayah yang terdampak langsung gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi.

“Seperti Desa Wani Donggala, Kelurahan Pantoloan Palu, Lambara Tawaeli Palu, Donggala Kodi Palu, Desa Sidera Sigi, dan Desa Bobo Sigi. Para mahasiswa ini akan melangsungkan KKN selama 22 hingga 25 hari, dengan mendapatkan pendampingan dari MDMC dan dosen penamping,” jelasnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas