Home Palu

KUA di Palu akan Cetak Kartu Nikah

323
Dr H Mun’im Godal. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Tahun ini, sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Palu akan mencetak kartu nikah kepada pasangan suami istri yang baru menikah. Demikian dikatakan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Palu Dr H Mun’im Godal, kepada Metrosulawesi melalui ponselnya, Rabu, 16 Januari 2019.

Mun’im mengaku, kartu nikah sudah ada di Palu, olehnya pasangan suami istri (Pasutri) yang akan menikah, akan diberikan buku nikah dan kartu nikah oleh KUA.

“Namun kami mencetakkan kartu nikah hanya satu keping saja, sehingga yang memegang kartu tersebut satu orang saja,” ujarnya.

Kata dia, pada Januari atau Februari ini, kartu nikah akan dibagikan pada pasangan suami istri yang baru menikah.

“Yang jelas Kota Palu akan mencetak kartu nikah, itu tetap diupayakan,” ungkapnya.

Mun’im mengatakan, program kartu nikah yang di gagas oleh Menteri Agama RI adalah trobosan baru dan sejarah, sebab sebelumnya belum ada yang pernah melakukan ini.

“Kartu nikah ini sangat bermanfaat untuk pasangan suami istri, sehingga jika suami istri keluar daerah menginap di Hotel, tidak perlu lagi khawatir, tinggal menunjukan kartu nikah jika ada pemeriksaan,” ujarnya.

Kata dia, pasangan ilegal pasti akan diketahui, karena dari kartu nikah itu pasti akan ketahuan, mana istri yang asli dan yang palsu.

“Kartu nikah ini adalah output dari Simkah yang berbasis website. Secara substansial buku nikah itu tetap ada sebagai dokumen sah, atau dokumen negara untuk pasangan yang sudah menikah atau telah disahkan melalui Kantor Urusan Agama (KUA), jadi buku nikah itu tetap dimiliki setiap pasangan yang baru menikah,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Bimas Islam (Bimais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Ramli menegaskan, buku nikah tetap menjadi dokumen utama, yang fungsinya adalah memudahkan pelayanan publik, yang saat ini sudah serba digital.

“Sekarang ini sementara tahap sosialisasi di 60 KUA. Rata-rata operatornya sudah bisa mengelola SIMKAH web. Ada 124 KUA di Sulteng. Namun lembaga KUA ada 164, namun sebagian belum ada pejabatnya. Jadi dari 124 KUA, 60 KUA telah mendapatkan sosialisasi,” katanya.

Namun kata dia, pembiayaan dan pengadaan perangkatnya juga harus dipikirkan.

“Karena itu menggunakan printer khusus, dan idealnya setiap KUA memiliki printer khusus tersebut. Untuk tahun 2019, baru Kota Palu yang memulainya, karena penerapan barang ini harus bertahap, karena harus dipersiapkan dulu operator, perangkat dan aplikasinya.”

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas